Batman Begins - Help Select abdulhafidzalahmadi

Kamis, 05 November 2015

about Sengkaling



Because distance from my campus to sengkaling is not long, now I want to explain about sengkaling.

Boisterous atmosphere was felt when we entered the parking area and Baths Sengkaling Tourism Park. The cars from out of town and also buses that transport vacationers outside the city lined up to fill the pages ample parking. The road from ticket kiosks to the inspectors made berliuk-contortion by using a barrier of shiny white metal, possibly intended for visitors whose numbers could overflow on major holidays and public holidays are not crammed throng.

Jurusanku DIII Keperawatan






 Berhubung aku kuliah jurusan DIII Keperawatan di Universitas Muhammadiyah Malang, kali ini aku akan menjelaskan sedikit Tentang juranku itu.
Yang pertama mengenai Perkembangan jurusan DIII Keperawatan di Indonesia. Pendidikan  Tinggi di Indonesia saat ini mulai berbenah  yang bertujuan  meningkatkan kualitas lulusan dalam menghadapi globaliasi, dan  tuntutan masyarakat serta perkembangan ilmu dan tehnologi. Tantangan ini juga memotivasi dunia pendidikan tinggi DIII Keperawatan Indonesia  berdasarkan  hasil survey  Health Profesional Education Quality (HPEC) pada tahun 2010 di 33 propinsi, menemukan  70% manajemen isi atau proses pembelajaran masih rendah terutama dalam penerapan kurikulum (AIPDIKI,2014).  Pada hal  Pendidikan Tinggi Keperawatan diharapkan mampu menghasilkan tenaga keperawatan  yang memiliki sikap dan kemampuan dibidang keperawatan  dalam memenuhi tuntutan masyarakat dan pembangunan kesehatan di masa kini dan yang akan datang. Pengembangan pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari penerapan kurikulum yang terstandar dengan  pencapaian pembelajaran (Learning Outcome/LO) yang menggambarkan kemampuan lulusan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat (pengguna lulusan ), visi keilmuan  dari program studi keperawatan dan nilai-nilai local dari perguruan tinggi.

Tentang Universitas Muhammadiyah Malang

Tentang Universitas Muhammadiyah Malang




Sejarah Singkat UMM
Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berdiri pada tahun 1964, atas prakarsa tokoh-tokoh dan Pimpinan Muhammadiyah Daerah Malang. Pada awal berdirinya Universitas Muhammadiyah Malang merupakan cabang dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, yang didirikan oleh Yayasan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Jakarta dengan Akte Notaris R. Sihojo
Wongsowidjojo di Jakarta No. 71 tang-gal 19 Juni 1963.

Rabu, 04 November 2015

daerahku tanah sumenep



Kabupaten Sumenep (bahasa Madura: Songènèb) adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.093,45 km² dan populasi 1.041.915 jiwa. Ibu kotanya ialah Kota Sumenep.
Nama Songènèb sendiri dalam arti etimologinya merupakan Bahasa Kawi / Jawa Kuno yang jika diterjemaahkan mempunyai makna sebagai berikut :
  • Kata “Sung” mempunyai arti sebuah relung/cekungan/lembah, dan
  • kata “ènèb” yang berarti endapan yang tenang,
maka jika diartikan lebih dalam lagi Songènèb / Songennep (dalam bahasa Madura) mempunyai arti "lembah/cekungan yang tenang".
Penyebutan Kata Songènèb sendiri sebenarnya sudah popular sejak Kerajaan Singhasari sudah berkuasa atas tanah Jawa, Madura dan Sekitarnya, seperti yang telah disebutkan dalam kitab Pararaton tentang penyebutan daerah "Sumenep" pada saat sang Prabu Kertanegara mendinohaken (menyingkirkan) Arya Wiraraja (penasehat kerajaan dalam bidang politik dan pemerintahan) ke Wilayah Sumenep, Madura Timur pada tahun 1269 M
'“Hanata Wongira, babatangira buyuting Nangka, Aran Banyak Wide, Sinungan Pasenggahan Arya Wiraraja, Arupa tan kandel denira, dinohaksen, kinun adipati ring Sungeneb, anger ing Madura wetan”.'
Yang artinya:
“Adalah seorang hambanya, keturunan orang ketua di Nangka, bernama Banyak Wide, diberi sebutan Arya Wiraraja, rupa-rupanya tidak dipercaya, dijauhkan disuruh menjadi adipati di Sumenep. Bertempat tinggal di Madura timur.”

klik disini ! 



Madura Punya Tradisi Karapan Sapi

Karapan Sapi adalah acara khas masyarakat Madura yang di gelar setiap tahun pada bulan Agustus atau September, dan akan di lombakan lagi pada final di akhir bulan September atau October. Pada Karapan Sapi ini, terdapat seorang joki dan 2 ekor sapi yang di paksa untuk berlari sekencang mungkin sampai garis finis. Joki tersebut berdiri menarik semacam kereta kayu dan mengendalikan gerak lari sapi. Panjang lintasan pacu kurang lebih 100 meter dan berlangsung dalam kurun waktu 10 detik sampai 1 menit.

Selain di perlombakan, karapan sapi juga merupakan ajang pesta rakyat dan tradisi yang prestis dan bisa mengangkat status sosial seseorang. Bagi mereka yang ingin mengikuti perlombaan karapan sapi, harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk melatih dan merawat sapi-sapi yang akan bertanding sebelumnya. Untuk membentuk tubuh sepasang sapi yang akan ikut karapan agar sehat dan kuat, dibutuhkan biaya hingga Rp4 juta per pasang sapi untuk makanan maupun pemeliharaan lainnya. Sapi karapan diberikan aneka jamu dan puluhan telur ayam per hari, terlebih-lebih menjelang diadu di arena karapan.



Bagi masyarakat Madura, Kerapan dilaksanakan setelah sukses menuai hasil panen padi atau tembakau. Untuk saat ini, selain sebagai ajang yang membanggakan, kerapan sapi juga memiliki peran di berbagai bidang. Misal di bidang ekonomi, yaitu sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk berjualan, peran magis religious; misal adanya perhitungan-perhitungan tertentu bagi pemilik sapi sebelum bertanding dan adanya mantra-mantra tertentu. Terdapat seorang 'dukun' yang akan 'mengusahakan'nya. Pada setiap tim pasti memiliki seorang 'dukun' sebagai tim ahli untuk memenangkan perlombaan.


Prosesi awal dari karapan sapi ini adalah dengan mengarak pasangan-pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi gamelan Madura, yaitu Saronen. Babak pertama adalah penentuan kelompok menang dan kelompok kalah. Babak kedua adalah penentuan juara kelompok kalah, sedang babak ketiga adalah penentuan juara kelompok menang. Piala Bergilir Presiden hanya diberikan pada juara kelompok menang


Makanan Khas Sumenep , Kaldu Namanya




Kaldu di sini bukan air rebusan sayuran dan tulang. Melainkan kuliner yang berbahan dasar kacang hijau, daging sapi atau kikil, daging bagian kaki sapi. Proses proses pembuatannya memakan waktu hingga dua jam. Kacang hijau direndam semalaman agar mendapat tekstur agak lunak. Lalu direbus dengan daging sapi atau kikil. Diberi rempah-rempah seperti bawang putih, bawang merah, pala, dan merica. Rempah itu dihaluskan lalu ditumis bersama daun kucai. Setelah kacang hijau, daging atau kikil empuk dan mengental proses memasak selesai.
Kaldu ini disajikan khas bersama lontong, sambal, kecap, perasan jeruk nipis, taburan bawang goreng. Jika anda mau dapat menambahkan potongan kroket dari singkong.