Batman Begins - Help Select abdulhafidzalahmadi: Jurusanku DIII Keperawatan

Kamis, 05 November 2015

Jurusanku DIII Keperawatan






 Berhubung aku kuliah jurusan DIII Keperawatan di Universitas Muhammadiyah Malang, kali ini aku akan menjelaskan sedikit Tentang juranku itu.
Yang pertama mengenai Perkembangan jurusan DIII Keperawatan di Indonesia. Pendidikan  Tinggi di Indonesia saat ini mulai berbenah  yang bertujuan  meningkatkan kualitas lulusan dalam menghadapi globaliasi, dan  tuntutan masyarakat serta perkembangan ilmu dan tehnologi. Tantangan ini juga memotivasi dunia pendidikan tinggi DIII Keperawatan Indonesia  berdasarkan  hasil survey  Health Profesional Education Quality (HPEC) pada tahun 2010 di 33 propinsi, menemukan  70% manajemen isi atau proses pembelajaran masih rendah terutama dalam penerapan kurikulum (AIPDIKI,2014).  Pada hal  Pendidikan Tinggi Keperawatan diharapkan mampu menghasilkan tenaga keperawatan  yang memiliki sikap dan kemampuan dibidang keperawatan  dalam memenuhi tuntutan masyarakat dan pembangunan kesehatan di masa kini dan yang akan datang. Pengembangan pendidikan yang berkualitas tidak terlepas dari penerapan kurikulum yang terstandar dengan  pencapaian pembelajaran (Learning Outcome/LO) yang menggambarkan kemampuan lulusan dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat (pengguna lulusan ), visi keilmuan  dari program studi keperawatan dan nilai-nilai local dari perguruan tinggi.

 
Berdasarkan Peratuaran Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia No 73 Tahun 2013 Tentang penerapan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia Bidang Pendidikan Tinggi dimana lulusan DIII keperawatan masuk dalam kualifikasi 5 yang memiliki kemampuan:
  1. Menyelesaikan  pekerjaan berlingkup luas, memilih metode yang sesuai dari beragam pilihan yang sudah maupun yang belum baku dengan menganalisis data serta mampu menunjukan kinerja dengan mutu dan kuantitas terukur
  2. Menguasai konsep teoriritis bidang pengetahuan tertentu  secara umum, serta mampu menyelesaikan masalah prosedural.
  3. Mengelola kelompok kerja dan menyusun laporan tertulis secara komprehensif.
  4. Bertanggung jawab pada pekerjaaan sendiri dan bertanggung jawab terhadap hasil kerja kelompok yang dibawah tanggung jawabnya.
Para Pengelola  Pendidikan  DIII Keperawatan yang menghasilkan  Perawat Vokasional harus mampu menterjemahkan  hal diatas dalam bentuk pengembangan kurikulum , hasil whorkshop pengembangan kurikulum yang diselenggarakan oleh AIPDIKI (Asosiasi Pendidikan DIII Keperawatan Indonesia) di Hotel Grand Cempaka Jakarta, telah menghasilkan kurikulum  inti yang berisikan  76 SKS. Kurikulum ini berdasarkan hasil kesepakatan bersama antar  pemangku  kepentingan antara lain Kementrian Pendididikan Kebudayaan (Dirjen Dikti), Kementrian Kesehatan (Badan PPSDM), Organisasi Profesi(PP PPNI) dan AIPDIKI.
Berdasarkan Standar Nasional Pendidikan Tinggi pendidikan DIII jumlah SKS yng harus ditempuh berjumlah 108 – 110  untuk menambahkan jumlah SKS setiap institusi diberikan kesempatan untuk menambahkan 32 SKS sebagai muatan local, hal ini merupakan tantangan bagi pengelola untuk memberikan ciri khas institusi tersebut.  Warna dari institusi tersebut  sebagai market dalam menjawab kompetisi antar institusi. Penambahan mata kuliah ini perlu pertimbangan dari institusi, diperlukan pengkajian lebih dalam  dari para pengguna lulusan, disesuaikan visi dan misi institusi namun tetap mempertimbangkan standar kompetensi dari lulusan DIII Keperawatan.
TANTANGAN BARU BAGI PENGELOLA PENDIDIKAN DIII KEPERAWATAN KEDEPAN…..
Tantangan kedepan bagi para pengelola pendidikan  sangat tergantung dari inovasi dan kreativitas intitusi untuk menghasilkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, namun hal ini tidaklah mudah bila pihak pengelola baik yayasan maupun pimpinan institusi tidak mempersiapkan segala sarana dan prasarana maupun SDM yang berkualitas,  karena akan memberikan dampak terhadap metode strategi pembelajaran yang akan diberikan terhadap mahasiswa.
Metode pembelajaran yang berkembang saat ini menggunakan berbagai strategi antara lain dengan menggunakan pendekatan berdasarkan mata kuliah dan pendekatan  terintegrasi. Pada kurikulum baru ini terdapat beberapa perbedaan dalam mata kuliah dalam kurikulum inti tahun 2006  jumlah SKS nya berkurang dan terdapat beberapa mata kuliah yang berkurang hal ini memberikan kesempatan untuk instusi mengembangkan muatan local yang lebih banyak.
Yang kedua mengenai keunggulan jurusan DIII yang diantaranya yaitu :

- Mata kuliahnya bertujuan memberikan skill (keahlian praktis)
- Tujuan supaya bisa langsung kerja dengan bekal ilmu praktis
- Tugas akhir berupa kerja praktek dan membuat laporan.
- Lulus lebih cepat dan cenderung lebih gampang (tidak perlu penelitian)
- Punya keahlian praktis yang langsung bisa diterapkan kalo kerja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar