Batman Begins - Help Select abdulhafidzalahmadi: daerahku tanah sumenep

Rabu, 04 November 2015

daerahku tanah sumenep



Kabupaten Sumenep (bahasa Madura: Songènèb) adalah sebuah kabupaten di provinsi Jawa Timur, Indonesia.
Kabupaten ini memiliki luas wilayah 2.093,45 km² dan populasi 1.041.915 jiwa. Ibu kotanya ialah Kota Sumenep.
Nama Songènèb sendiri dalam arti etimologinya merupakan Bahasa Kawi / Jawa Kuno yang jika diterjemaahkan mempunyai makna sebagai berikut :
  • Kata “Sung” mempunyai arti sebuah relung/cekungan/lembah, dan
  • kata “ènèb” yang berarti endapan yang tenang,
maka jika diartikan lebih dalam lagi Songènèb / Songennep (dalam bahasa Madura) mempunyai arti "lembah/cekungan yang tenang".
Penyebutan Kata Songènèb sendiri sebenarnya sudah popular sejak Kerajaan Singhasari sudah berkuasa atas tanah Jawa, Madura dan Sekitarnya, seperti yang telah disebutkan dalam kitab Pararaton tentang penyebutan daerah "Sumenep" pada saat sang Prabu Kertanegara mendinohaken (menyingkirkan) Arya Wiraraja (penasehat kerajaan dalam bidang politik dan pemerintahan) ke Wilayah Sumenep, Madura Timur pada tahun 1269 M
'“Hanata Wongira, babatangira buyuting Nangka, Aran Banyak Wide, Sinungan Pasenggahan Arya Wiraraja, Arupa tan kandel denira, dinohaksen, kinun adipati ring Sungeneb, anger ing Madura wetan”.'
Yang artinya:
“Adalah seorang hambanya, keturunan orang ketua di Nangka, bernama Banyak Wide, diberi sebutan Arya Wiraraja, rupa-rupanya tidak dipercaya, dijauhkan disuruh menjadi adipati di Sumenep. Bertempat tinggal di Madura timur.”

klik disini ! 



Madura Punya Tradisi Karapan Sapi

Karapan Sapi adalah acara khas masyarakat Madura yang di gelar setiap tahun pada bulan Agustus atau September, dan akan di lombakan lagi pada final di akhir bulan September atau October. Pada Karapan Sapi ini, terdapat seorang joki dan 2 ekor sapi yang di paksa untuk berlari sekencang mungkin sampai garis finis. Joki tersebut berdiri menarik semacam kereta kayu dan mengendalikan gerak lari sapi. Panjang lintasan pacu kurang lebih 100 meter dan berlangsung dalam kurun waktu 10 detik sampai 1 menit.

Selain di perlombakan, karapan sapi juga merupakan ajang pesta rakyat dan tradisi yang prestis dan bisa mengangkat status sosial seseorang. Bagi mereka yang ingin mengikuti perlombaan karapan sapi, harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk melatih dan merawat sapi-sapi yang akan bertanding sebelumnya. Untuk membentuk tubuh sepasang sapi yang akan ikut karapan agar sehat dan kuat, dibutuhkan biaya hingga Rp4 juta per pasang sapi untuk makanan maupun pemeliharaan lainnya. Sapi karapan diberikan aneka jamu dan puluhan telur ayam per hari, terlebih-lebih menjelang diadu di arena karapan.



Bagi masyarakat Madura, Kerapan dilaksanakan setelah sukses menuai hasil panen padi atau tembakau. Untuk saat ini, selain sebagai ajang yang membanggakan, kerapan sapi juga memiliki peran di berbagai bidang. Misal di bidang ekonomi, yaitu sebagai kesempatan bagi masyarakat untuk berjualan, peran magis religious; misal adanya perhitungan-perhitungan tertentu bagi pemilik sapi sebelum bertanding dan adanya mantra-mantra tertentu. Terdapat seorang 'dukun' yang akan 'mengusahakan'nya. Pada setiap tim pasti memiliki seorang 'dukun' sebagai tim ahli untuk memenangkan perlombaan.


Prosesi awal dari karapan sapi ini adalah dengan mengarak pasangan-pasangan sapi mengelilingi arena pacuan dengan diiringi gamelan Madura, yaitu Saronen. Babak pertama adalah penentuan kelompok menang dan kelompok kalah. Babak kedua adalah penentuan juara kelompok kalah, sedang babak ketiga adalah penentuan juara kelompok menang. Piala Bergilir Presiden hanya diberikan pada juara kelompok menang


Makanan Khas Sumenep , Kaldu Namanya




Kaldu di sini bukan air rebusan sayuran dan tulang. Melainkan kuliner yang berbahan dasar kacang hijau, daging sapi atau kikil, daging bagian kaki sapi. Proses proses pembuatannya memakan waktu hingga dua jam. Kacang hijau direndam semalaman agar mendapat tekstur agak lunak. Lalu direbus dengan daging sapi atau kikil. Diberi rempah-rempah seperti bawang putih, bawang merah, pala, dan merica. Rempah itu dihaluskan lalu ditumis bersama daun kucai. Setelah kacang hijau, daging atau kikil empuk dan mengental proses memasak selesai.
Kaldu ini disajikan khas bersama lontong, sambal, kecap, perasan jeruk nipis, taburan bawang goreng. Jika anda mau dapat menambahkan potongan kroket dari singkong.

 
Seiring perkembangan zaman dan maraknya modifikasi terhadap kuliner, kaldu sebagai makanan khas Sumenep pun ikut dimodifikasi menjadi kalsot. Yaitu perpaduan antara kaldu Sumenep dengan soto Sumenep. Dalam satu mangkok soto Sumenep terdiri dari lontong, mie suun, singkong rebus yang dipotong kecil-kecil, babat, daging bagian lambung sapi. Lalu disiram dengan bumbu kacang yang dihaluskan yang terdiri dari kacang tanah goreng, petis, pisang biji. Jika ingin sensasi pedas dapat ditambah cabe rawit sesuai selera. Lalu disiram lagi dengan kuah rebusan daging dan babat yang telah diberi rempah. Dan ditaburi dengan taoge goreng. Kalsot yaitu kaldu khas Sumenep yang saat disajikan ditambah dengan bumbu kacang soto Sumenep.
Ibu-ibu di kampung biasanya menyajikan makanan khas yaitu kaldu maupun kalsot jika ada acara penting seperti arisan dan lebaran. Kaldu ini juga dapat dijumpai di warung makan pinggir jalan atau di areal perkampungan. Kaldu daging biasanya dibandrol dengan harga kisaran Rp. 10.000 dan untuk kaldu kikil dibandrol dengan Rp 15.000. Sedang kalsot daging dibandrol Rp. 20.000 dan kalsot kikil dibandrol dengan harga Rp. 25.000. Tertarik untuk mencicipinya? Silakan datang kekotaku Madura ya.


 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar